Senin, 09 Maret 2009


JAMBI – Lagi-lagi club Automotive Motor Modifikasi Jambi (AM2J) menggebrak dunia modifikasi Kota Beradat. Setelah ‘bermain-main’ dengan takometer, kali ini Havis D Rasidin berhasil menyandingkan kaburator pada motor miliknya.

Pada bagian atas mesin, Havis memasangi 8 kaburator RX King di bagian kiri dan 8 kaburator lain di bagian kanan. Sementara di tengah-tengahnya, ia memasang tabung dan kaburator mobil kijang.


Bukan itu saja, pada bagian kepala motor, Havis masih memakai 3 buah takometer. “Bagian kepala ada 3 takometer,” jelasnya.

Meski bagian-bagian lain ikut dimodif, agaknya Havis tak bisa lepas dari ‘bayang-bayang’ ciri khas AM2J. ‘Bermain-main’ dengan takometer. “Saya dimanajeri oleh Ketua,” ujarnya menyebut Faiz.

Motor Jupiter Z hasil modifikasi Havis ini, ternyata meraih juara ke 2, kelas Yamaha Series pada event minggu lalu. Menurut Havis, kemenangan itu masih diragukannya mengingat ia dimasukkan ke dalam kelas yang salah. “Salah juri sendiri menaruh saya di kelas yang bukan air brush,” ungkapnya singkat.

Dan memang, motor milik Havis ini juga memakai pengecatan teknik air brush. Dengan pola-pola bertemakan realis, warna oranye, dia berhasil menciptakan suasana cerah pada Jupiter Z miliknya.

Selain itu, Havis termasuk pengedara yang taat peraturan lalu lintas. Terbukti, pada bagian stangnya, ia memasangi sepasang spion. “Spion ini dari lampu sepeda unta,” jelasnya seraya tertawa.

Sementara pada bagian ban, sambungnya, Havis memakai standar motor-motor ceper lain. Hanya saja untuk ban depan, dia menyadur teknik velg terbaru dan mulai tren saat sekarang, velg hubles (velg tanpa jari-jari).

Untuk memperoleh bentuk seperti sekarang, Havis terpaksa merogoh kocek senilai lebih kurang Rp 3 juta. Dan proses modifikasi hanya memakan waktu 3 hari! Mengenai ini, Havis mengemukakan alasan kenapa bisa secepat itu proses modifikasi motor miliknya.

“Kami dikasih waktu seminggu untuk modif waktu kontes kemarin. Jadinya terpaksa bawa ke Palembang supaya bisa modif dengan cepat,” tandas Havis sambil menyebutkan nama bengkel di Palembang tersebut.

Rabu, 04 Maret 2009

modifikasi


JAKARTA, SABTU - Memodifikasi motor, ternyata tak hanya menambahnya dengan tambahan ornamen baru. Limbah motor gede (moge) pun bisa digunakan untuk mempercantik motor. Rudi, owner Berkat Motor berbagi tips untuk Anda yang tertarik 'mengawinkan' limbah moge dengan motor kesayangan.

"Limbah moge yang dimaksud, seperti aplikasi pelek, ban, kaki-kaki selain pelek, misalnya cakram, rem, swing arm dan shock breaker nya," kata Rudi yang ditemui di tengah ajang Otobursa 2008, di Parkir Timur, Senayan, Jakarta, Sabtu (10/5).

Moge, yang dikenal sebagai motor berbody besar, limbahnya tak hanya bisa digunakan untuk memodifikasi motor seperti Honda Tiger, Yamaha Scorpio, Kawasaki Ninja dan sejenisnya. "Motor bebek juga bisa, tinggal nanti kita adjust di sana sini, yang sesuai gimana," tambah dia.

Limbah-limbah moge itu langsung diimpor dari Singapura, Australia dan Amerika Serikat. Saat ini, lanjut Rudi, harga limbah moge tengah mengalami kenaikan hingga 30 persen. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk memodifikasi motor dengan limbah moge? "Minim Rp 11 juta, untuk kaki-kakinya saja. Kalau spec-nya lebih tinggi lagi, ya harganya mahal lagi," katanya.

Tips dari Rudi bagi yang ingin memodifikasi motor dengan limbah moge, pertama, mengetahui aliran yang diinginkan. Misalnya, sport, sport touring, chopper atau klasik. Kedua, setelah mengetahui aliran, sesuaikanlah dengan budget dan kocek yang Anda siapkan. Selanjutnya, serahkan kepada sang modifikator yang akan menyulap tampilan motor Anda. "Pokoknya, tahu aliran, budgetnya berapa kita (modifikator) tahu, nanti kita yang akan menyesuaikan," ujar Rudi